detikcom
Sabtu, 12/10/2013 10:42 WIB

30% Netter Pernah Dapat Email Palsu dari Bank

Trisno Heriyanto - detikRamadan
Jakarta - Bukan hal baru jika para penyebar spam mencatut nama bank ternama untuk memuluskan aksi mereka. Email seperti ini ternyat kerap diterima oleh 30% pengguna internet.

Berdasarkan survei Kaspersky Consumer Security Risks yang dilakukan oleh B2B International bersama dengan Kaspersky Lab pada Juni – September 2013, sekitar 30% pengguna Internet pernah menerima email bohong yang menyatakan berasal dari bank.

Para penipu sering menggunakan notifikasi palsu dari bank untuk mengelabui pengguna agar memberikan kredensial akun mereka dan akses ke uang mereka.

Beberapa layanan transaksi online (e-banking, sistem e-payment dan toko online) saat ini menjadi bagian penting kehidupan modern bagi kebanyakan pengguna.

Survei B2B International menunjukkan bahwa 95% responden melakukan belanja secara online, 91% menggunakan layanan online banking dan 74% menggunakan sistem e-payment. Tren ini tidak lepas dari perhatian para penipu, seperti yang tertulis dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (12/10/2013).

Berdasarkan survei di atas, 30% pengguna pernah menerima email yang seakan berasal dari bank namun ternyata palsu. 22% responden melaporkan pesan mencurigakan yang seakan dikirim oleh toko online.

Satu dari sepuluh pengguna (10% responden) secara otomatis diarahkan menuju situs mencurigakan yang meminta mereka memasukkan kredensial kartu kredit paling tidak sekali. Sekitar 6% responden menyatakan mereka pernah memasukkan informasi keuangan di situs yang meragukan.

Ini semua merupakan contoh kegiatan yang dilakukan penjahat cyber terkait phishing, satu dari sekian banyak jenis serangan berbahaya yang menyasar data rahasia keuangan yang penting yakni nomor kartu kredit, login dan password akun online banking, dan lain-lain.

Meski tidak sedikit pengguna internet berpengalaman dan waspada yang mungkin mengenali sebagian besar upaya phishing, serangan semacam ini sering berhasil. Sekitar 4% responden melaporkan mereka kehilangan sejumlah uang akibat ulah penjahat cyber.

Secara statistik, 4% adalah angka yang kecil, namun mengingat banyaknya pengguna yang diserang setiap tahun, bahkan tingkat keberhasilan yang kecil bisa berarti uang dalam jumlah banyak.

Berdasarkan survei The Evolution of Phishing Attacks 2011-2013 yang dilakukan oleh Kaspersky Lab pada musim semi 2013 (Maret – Juni) lalu, di antara pengguna layanan awan Kaspersky Security Network, 21% dari serangan phishing dilakukan antara April dan Mei 2012-2013, melibatkan situs palsu bank dan organisasi keuangan lainnya.

Secara total, selama satu tahun 7,5 juta pengguna di dunia menghadapi serangan phishing keuangan. Dengan kata lain, seperti halnya di dunia nyata, penipuan maya menimbulkan bahaya serius.

Untuk itu para pengguna komputer disarankan untuk lebih teliti saat menerima email, bahkan kalau memang perlu segera pakai aplikasi pihak ketiga yang memiliki mekanisme khusus untuk melindungi transaksi.


( eno / eno )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close