detikcom
Rabu, 14/08/2013 12:26 WIB

Pelajaran dari Surah Al-Anfal Ayat 41-75

Alifmagz - detikRamadan
Jakarta - Ayat 41-44

1.Allah menurunkan malaikat saat perang Badar. Hasil peperangan yang dimenangkan kaum Muslim itu merupakan hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan.
2.Mimpi adalah satu cara Allah memberi informasai kepada para nabi dan hamba-hamba pilihan-Nya.


Ayat 45-48

1.Menyebut-nyebut dan mengingat Allah dalam kesulitan, termasuk dalam menghadapi musuh, bukan saja menghasilkan ketenangan hati, semangat, dan keberanian, tetapi juga mengundang datangnya pertolongan Allah.
2.Salah satu cara setan menjerumuskan mangsanya adalah dengan membisikkan ke dalam benak, keindahan perbuatan buruk, sehingga pendurhaka melakukannya dengan bangga.


Ayat 49-54

1.Keimanan diserupakan dengan kesehatan. Siapa yang lemah imannya, serupa dengan orang sakit. Yang lemah iman berbeda dengan munafik, karena munafik adalah yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran.
2.Saat kematian, ada hal-hal yang dialami, tetapi tidak dapat terlukiskan dengan kata-kata, baik karena keindahan dan kenikmatannya bagi yang taat, maupun kepedihan dan siksanya bagi yang durhaka.


Ayat 55-60

1.kewajiban memenuhi janji dan perjanjian dengan segala syarat yang disepakati, walau terhadap non-Muslim. Islam tidak membenarkan pengkhianatan dalam bentuk apa pun.


Ayat 61-66

1.Tujuan perang dalam Islam adalah membela diri dan negara serta nilai-nilai agama, karenanya ajakan ke perdamaian sejati selalu harus disambut dari pihak mana pun, selama perdamaian tersebut tidak dipaksakan.
2.Persatuan dan kesatuan adalah salah satu tujuan utama keberagamaan. Tetapi ia hanya dapat terjadi bila semua pihak berpegang pada nilai-nilai Ilahi.


Ayat 67-71

1.Bermusyawarah adalah salah satu ajaran Islam yang pokok, tetapi itu dilakukan jika belum ada tuntunan al-Qur'an dan Sunnah yang tegas berkaitan dengan kehidupan pribadi atau masyarakat.
2.Penawanan, sekali-kali, tidak dimaksudkan untuk menindas atau menghina, karena itu tawanan harus diperlakukan secara manusiawi bahkan baik.


Ayat 72-75

1.Hijrah merupakan bukti keimanan yang paling jelas. Sejak masa lampau hingga masa modern, mereka yang ingin memelihara keimanannya dari gangguan masyarakat, selalu berhijrah.

( rmd / rmd )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    berita
    terbaru
    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close