detikcom
Dewan Pakar
Dr. Muhammad Syafii Antonio & Team Tazkia
 
Senin, 12/08/2013 11:05 WIB

Konsultasi Ekonomi Islam

Apakah Saudara Kandung Laki-laki Berhak Atas Harta Warisan?

Dr Muhammad Syafii Antonio - detikRamadan
Ilustrasi
Jakarta - Tanya:

Assalamu'alaikum.
Ustadz, ayah saya telah meninggal dan meninggalkan 1 istri, 2 anak laki dan 1 anak perempuan. Tapi belakangan ini kakak dari almarhum ayah saya meminta bagian warisan tersebut. Saya mau bertanya apakah berhak kakak dari ayah saya itu mendapatkan bagian sedangkan masih ada istri dan anak-anaknya? mohon penjelasannya. Wassalamu'alaikum.

(Iyanyanuardi, iyan.ardi44@gmail.com)



Jawab:

Wa’alaikumsalam wr.wb

Bapak Iyan, permasalahan harta warisan merupakan permasalahan serius yang seringkali menimbulkan pertikaian di internal keluarga. Akibatnya, kerukunan keluarga menjadi terganggu. Komunikasi antara kakak dan adik menjadi renggang. Hubungan dengan sanak keluarga seperti paman, bibi, atau sepupu tak seharmonis dulu. Bahkan, ada beberapa kasus di mana hal ini bisa membawa kepada pembunuhan satu sama lain. Na’udzu billahi min dzalik.

Dikarenakan pentingnya permasalahan ini, Allah SWT mengatur langsung permasalahan pembagian harta warisan di beberapa firmannya dalam Alquran, yakni Surah an-Nisa’ ayat 11, 12 dan 176. Dengan hanya tiga ayat ini, Allah SWT menyelesaikan permasalahan pembagian harta waris dengan jelas.

Terkait dengan kasus yang dialami oleh bapak Iyan. Sebaiknya kita merujuk kepada surah an-Nisa’ ayat 176:

“Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Ayat di atas menegaskan bahwa saudara si mayit baik itu laki-laki maupun perempuan hanya akan mendapatkan harta warisan tatkala terjadi kalalah, yakni kondisi di mana si mayit tidak meninggalkan anak laki-laki dan juga tidak meninggalkan ayah. Apabila hal ini terjadi, maka saudara laki-laki si mayit berhak atas seluruh harta atau asabah. Dan jikalau yang ditinggalkan adalah saudara perempuan maka baginya setengah harta warisan bila seorang, dan mendapat dua pertiga bila terdapat dua orang atau lebih.

Dalam kasus yang ada pada bapak Iyan, si mayit (ayah bapak Iyan) meninggalkan 1 istri, 2 anak laki dan 1 anak perempuan. Dengan demikian, mengacu kepada ayat di atas, maka saudara atau kakak si mayit tidak mempunyai hak atas harta yang ditinggalkan oleh saudaranya. Adapun hak yang dimiliki oleh istri adalah satu per delapan. Sisanya, diberikan seluruhnya kepada anak-anak yang ditinggalkan. Pembagian asabah (sisa) adalah dua bagian bagi laki-laki dan satu bagian bagi perempuan. Dikarenakan ada dua anak laki-laki, maka bagian dari anak perempuan adalah satu perlima dari sisa harta, sedangkan anak laki-laki masing-masing mendapatkan dua perlima dari sisa harta. Pembagian ini didasarkan pada surah an-Nisa’ ayat 11 dan 12. Mari kita jadikan Alquran sebagai pedoman dalam menyelesaikan perkara pembagian warisan.

( rmd / rmd )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    berita
    terbaru
    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close