detikcom
Rabu, 24/07/2013 08:22 WIB

Seri Ilmuwan Muslim

Al-Bitruji, Ilmuwan yang Memperkenalkan Teori Gerak Spiral

Nur Aivanni Fatimah - detikRamadan
Ilustrasi
Jakarta - Al-Bitruji mempunyai nama lengkap Abu Ishaq Nuruddin al-Bitruji, adalah seorang astronom Arab dari Spanyol Andalusia. Ia dilahirkan di Maroko sebelum kemudian berhijrah ke Spanyol dan menetap di Seville. Oleh para penulis Eropa di Abad pertengahan, beliau lebih dikenal dengan nama Alpetragius. Ia meninggal dunia pada permulaan abad ketiga belas atau sekitar tahun 1204 M. Buku-bukunya banyak menjadi pegangan bagi para mahasiswa Eropa di zamannya.

Teori astronominya didasarkan pada sumber-sumber rujukan yang menganut teori Aristotelianisme yang diprakarsai oleh astronom Jabir bin Aflah. Merekalah yang memperkenalkan kembali gagasan-gagasan besar hasil formulasi Simplicus yang menyangkut pandangan bahwa sphera-sphera langit berputar di sekeliling sumbu-sumbu yang berbeda sehingga akan menghasilkan pergerakan berbentuk spiral—teori ini kemudian disebut teori “Gerak Spiral”. Karya-karya yang didasarkan pada prinsip-prinsip tersebut disusun dalam Kitab fi al-Haya (Buku mengenai Ilmu Bintang) yang sangat populer pada abad ketiga belas M. Pada mulanya, kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani dan seterusnya dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin. Edisi bahasa Latin dari buku beliau ini dicetak di Vienna pada tahun 1531 M. Al-Bitruji juga menjelaskan tentang orbit eliptik dalam pergerakan planet dan ciri permukaan bulan.

Dalam bukunya, Teori Fisik Planet-planet, ia mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan Ptolomeus dengan memberikan keterangan yang lebih baik tentang gerakan planet. Namun, upaya koreksinya itu tidak berhasil karena harus melawan tirani pemikiran-pemikiran para penganut Aristoteles yang menyatakan bahwa benda-benda langit harus bergerak dalam orbit lingkaran saja. Namun pada akhirnya, karena kritik-kritik yang terus ia lancarkan bersama-sama dengan az-Zarqali dan Nasiruddin al-Thusi, dan juga ilmuwan-ilmuwan muslim yang lain, sistem tata surya ala Ptolomeus akhirnya runtuh.

Pada abad ketiga belas Masehi, Raja Alfonso X menyusun sebuah tabel astronomi yang keseluruhan isinya disusun berdasarkan saduran dari pengetahuan astronom-astronom Islam. Hal yang diubah hanyalah pada bagian garis bujur bumi karena yang dijadikan sebagai meridian adalah kota Toledo, Spanyol. Pada tahun itu juga, kitab karangan Al-Bitruji itu diterbitkan lagi dengan judul Treatise on the Sphere of Sacrobosco. Tulisan-tulisan al-Bitruji pun banyak diikuti oleh F J Caramody dan dikumpulkan dalam sebuah bukuk berjudul Al-Bitruji, De Motibus Coelorum (Berkeley, 1952).



( rmd / rmd )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

Kirim Pertanyaan + Indeks