detikcom
Minggu, 14/07/2013 09:23 WIB

Ulama Arab Saudi Turun Tangan Urai Kemacetan Akibat Salat Tarawih

Nur Aivanni Fatimah - detikRamadan
Salat tarawih di Timur Tengah. (Ilustrasi)
Riyadh - Pelaksanaan salat tarawih di Arab Saudi menimbulkan persoalan tersendiri yang menyedot perhatian polisi lalu lintas di negara tersebut. Banyaknya jamaah yang melakukan salat tarawih membuat lalu lintas di sekitar masjid menjadi macet lantaran padatnya kendaraan jamaah yang diparkir.

Persoalan ini hingga membuat ulama-ulama setempat akhirnya ikut turun tangan membantu para polisi mengurai kemacetan. Para ulama di Riyadh, Arab Saudi bersama dengan jajaran kepolisian lalu lintas mengatur kendaraan para jamaah masjid.

Masjid di ibu kota menjadi target utama dalam misi ini. Para ulama dibantu dengan pihak kepolisian lalu lintas untuk memastikan para jamaah memarkirkan kendaraannya di tempat yang tepat di sekitar masjid-masjid ibu kota. Hal ini untuk mencegah kemacetan dan menghalangi jalanan selama salat tarawih berlangsung saat Ramadan.

"Di sini ada kerja sama dan koordinasi antara petugas lalu lintas, ulama, dan petugas kemanan di masjid untuk mengatur area parkir untuk mencegah parkir ilegal dan mengurangi kemacetan jalan," kata Ali Abdullah Al-Dibaikhi, Direktur Departemen Lalu Lintas Riyadh, sebagaimana dikutip dari Arabnews (14/7/2013).

Departemen Lalu Lintas juga sudah bersiaga di jam-jam sibuk di ibu kota, terutama di jalan-jalan utama. Al-Dibaikhi mengatakan lebih lanjut polisi akan mengambil tindakan terhadap warga yang memarkir kendaraan di sembarang tempat.

Petugas keamanan dikerahkan di beberapa masjid untuk mengatur para pengendara yang menghalangi jalan masuk warga. Begitu pula dengan para ulama yang memberi tahu jamaahnya akan pentingnya aturan lalu lintas.

Beberapa masjid ibu kota dengan tingkat jamaah terbanyak, menurut koran lokal setempat, antara lain masjid Al-Rajihi, Al-Nasir, Al-Dakhil, dan King Khalid. Masjid-masjid tersebut sudah menandatangani pernyataan dengan perusahaan keamanan. Petugas keamanan wanita juga turut andil untuk mengatur jamaah di bagian wanita dan mencegah untuk mengambil gambar dan pelanggaran lainnya.

Sheik Abdul Ilah Al-Zubi mengatakan kontrak dengan perusahaan keamanan akan membantu mengkoordinir dan mengatur aktivitas di mesjid.

( rmd / rmd )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

Kirim Pertanyaan + Indeks