detikcom
Jumat, 12/07/2013 11:06 WIB

Menjadi Manusia 'Bejo'

Faozan Amar - detikRamadan
Halaman 1 dari 2
Jakarta - "Orang bodoh kalah sama orang pintar, orang pintar kalah sama orang bejo". Begitu bunyi iklan jamu masuk angin di TV. Ada juga ungkapan pribahasa Jawa, “Sak bejo bejo ne wong kang paling bejo yoiku wong sing eling lan waspodo", yang maknanya: "Seberuntung-beruntungnya orang yaitu orang yang selalu ingat dan waspada".

Lantas apakah bejo itu? Bagaimana pandangan Alquran tentang orang yang bejo? Tulisan singkat ini akan menjelaskannya.

Bejo itu artinya orang yang selalu beruntung, alias bernasib baik. Tidak ada yang salah dengan iklan tersebut, karena memang tidak ada yang bisa melawan "nasib baik". Kata bejo alias beruntung, dalam Alquran disebut dengan nama 'fauz' yang merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari faaza-yafuuzu- fawzan. Bentuk jamak dari 'fauz' adalah fawaaiz. Kata 'fauz' (bejo) dan kata yang seasal dengan kata itu, dalam Alquran disebutkan sebanyak 29 kali.

Secara etimologi, kata 'fauz' berarti azh-zharf bil khair wan najaatu minasy syarri (keberhasilan memperoleh kebaikan dan terlepas dari kejahatan). Jadi, 'fauz' berarti ‘keberuntungan alias bejo’. Dalam Alquran, kata lain yang sinonim dengan 'fauz' adalah 'iflah', seperti qad aflahal mu’minun, "Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman". (QS Al-Mu’minun : 1) dan 'qad aflaha man tazakka: maka beruntunglah orang yang membersihkan dirinya." (QS Al-A‘la: 14).

Akan tetapi, kata iflah' lebih umum dari kata 'fauz', karena bisa mencakup kemenangan di dunia dan di akhirat. Untuk di dunia seperti tukang sihir yang tak akan menang melawan Nabi Musa as (QS Thaha: 69). Untuk di akhirat, sebagaimana yang dikemukakan oleh Al-Qurthubi, keberuntungan yang diperoleh seseorang yang berat timbangan baiknya (QS Al-A‘raf: 8).

Kata 'fauz' lebih dikhususkan kepada keberuntungan atau kemenangan alias kebejoan yang akan diperoleh di akhirat kelak, sebagai keberuntungan yang hakiki atau 'fauzun ‘azhim (QS. Ash-Shaffat: 60, QS At-Taubah; 100, dan sebagainya).

Dengan demikian, secara terminologis, kata 'fauz' berarti hasil baik atau keberuntungan, kebejoan yang akan diperoleh orang yang beriman sebagai imbalan dari perbuatan baik (‘amal shalih) selama dilakukan di dunia. Hasil baik itu adalah kesenangan surga dan terhindar dari siksaan neraka. Karena itu, keberuntungan yang dimaksud di sini adalah keberuntungan yang bersifat rohani dan bukan keberuntungan materi yang bersifat kebendaan, seperti yang diperoleh manusia di dunia ini.Next

Halaman 1 2


( rmd / rmd )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

berita
terbaru
Kirim Pertanyaan + Indeks