detikcom
Senin, 13/08/2012 14:37 WIB

Intisari Kandungan Surah Al Haqqah Ayat 13-24

alifmagz - detikRamadan
Jakarta - Ayat -ayat berikut kembali menguraikan kedahsyatan Kiamat dengan menyatakan bahwa: Apabila ditiup sangkakala oleh malaikat Israfil dengan sekali tiupan [13] dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung dari tempatnya dengan mudah, lalu keduanya dibenturkan sekali benturan [14], maka dengan segera dan saat itu juga, terjadilah peristiwa itu, yakni al-Haqqah/Kiamat [15]

Ketika itu gunung-gunung menjadi bagaikan debu yang beterbangan dan bumi menjadi rata dan—menurut ayat 16— terbelahlah langit, karena dahsyatnya situasi, maka pada hari itu, berbeda dengan keadaannya sekarang, langit menjadi rapuh [16]. Para malaikat pun, atas perintah Allah swt, berada di penjuru-penjuru langit yang telah rapuh itu dan pada hari itu juga ada delapan yang menjunjung 'Arsy Tuhan Pemeliharamu [17].

Pada hari itu, menurut ayat 18, kamu, wahai seluruh manusia, dihadapkan kepada Tuhan kamu untuk diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatan kamu. Tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari keadaan kamu, yakni betapa pun ia kamu rahasiakan [18]. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab amalnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata kepada siapa yang di sekelilingnya guna mengungkap kebahagiannya dan menampakkan rasa syukurnya bahwa: “Ambillah, kitab amalanku untuk kamu lihat dan bacalah ia! Yakni, lihatlah betapa indah nilai-nilainya!” [19]. Sesungguhnya aku telah menduga keras/yakin ketika dahulu aku hidup di dunia bahwa sungguh aku akan menemui hisab/perhitungan terhadap diriku [20]. Itu sebabnya aku telah mempersiapkan amal-amal untuk menghadapinya. Maka, menurut ayat 21, dia yang demikian itu halnya berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridhai olehnya [21]. Yakni, dia benar-benar merasa puas dengan ganjaran yang dianugerahkan Allah swt serta tidak jemu dengan kehidupan itu.

Dia, lanjut ayat 22, hidup bahagia dalam surga yang tinggi tempat dan martabatnya [22]. Buah-buahannya dekat sehingga sangat mudah dipetik oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun [23]. Kepada mereka dikatakan, yakni oleh para pelayan surgawi: “Silakan makan dan minum dengan sedap apa saja yang kamu inginkan sebagai imbalan dari Allah swt atas amal-amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu ketika kamu hidup di dunia” [24].


Intisari Kandungan Surah Al Haqqah Ayat 25-37

Ayat-ayat berikut menjelaskan keadaaan para pendurhaka. Ayat 25 menyatakan: Adapun orang yang diberikan kepadanya kitab amalnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata dengan penuh penyesalan setelah menyadari kesengsaraan dan siksa yang akan dihadapinya: “Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitab amalanku ini [25]. Alangkah baiknya jika aku tidak mengetahui apa perhitungan terhadap diriku [26]. Wahai, kiranya kematian yang telah kualami di dunia itulah yang menjadi pemutus yang menyelesaikan hidupku, yakni sehingga aku tidak menghadapi segala sesuatu, apalagi azab ukhrawi ini [27]. Tidaklah berguna bagiku hartaku yang dahulu kukumpul dan tidak kutunaikan haknya [28]. Telah hilang binasa juga kekuasaan yang pernah kugunakan” [29].

Setelah merekam keluhan dan penyesalan pendurhaka, ayat 30 menyatakan bahwa Allah swt berfirman memerintahkan malaikat-malaikat yang bertugas menyiksa bahwa: “Pegang dan tangkap dia, lalu belenggulah dia, yakni ikatlah tangannya ke lehernya” [30]. Kemudian lakukan yang lebih buruk lagi, masukkanlah dia atau ulang-ulanglah memanggangnya di neraka Jahim [31]. Kemudian dikatakan juga kepada para malaikat itu setelah mereka memasukkannya ke dalam neraka bahwa: “Belitlah dia di dalam rantai yang sangat besar dan yang panjangnya tujuh puluh hasta, yakni sangat panjang [32].

Sesungguhnya, dahulu ketika hidup di dunia, dia tidak beriman kepada Allah Yang Mahaagung [33] dan tidak juga dia mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makanannya orang miskin [34]. Maka tiada baginya di akhirat/di neraka seorang pun teman atau karib yang dapat menolong atau meringankan azabnya [35]. Tiada juga untuknya makanan sedikit pun kecuali makanan berupa ghislin, yakni darah dan nanah penghuni neraka atau sejenis pohon yang tumbuh di sana [36]. Tidak ada yang memakannya kecuali para pendosa yang senantiasa secara mantap melakukan dosa [37].

( rmd / rmd )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

Kirim Pertanyaan + Indeks