detikcom
Kamis, 26/07/2012 07:58 WIB

Inti Sari Kandungan Surat Al-Mulk Ayat 15-22

alifmagz - detikRamadan
Jakarta - Ayat-ayat berikut menguraikan lebih jauh Rububiyat Allah swt, yakni kuasa dan wewenang-Nya mengatur alam raya ini.

Ayat 15 menyatakan Dia sendiri Yang menjadikan bumi yang kamu huni ini 'Dzalula' sehingga ia menjadi nyaman dan mudah bagi kamu untuk melakukan aneka aktivitas, maka kapan saja kamu mau, silakan berjalanlah di penjuru-penjurunya, bahkan pegunungan-pegunungannya dan makan jugalah sebagian dari rezeki-Nya, karena tidak mungkin kamu dapat menghabiskannya disebabkan rezeki-Nya melimpah melebihi kebutuhan kamu, dan mengabdilah kepada-Nya sebagai tanda syukur atas limpahan karunia-Nya itu. Dari bumi itulah dan hanya kepada-Nya-lah kebangkitan kamu masing-masing untuk mempertanggungjawabkan amalam-amalan kamu [15].

Ayat berikut mengarahkan pembicaraan kepada yang enggan menyambut ajakan Allah swt. Ayat 16 menyatakan: “Apakah kamu, wahai para pendurhaka, bahkan wahai manusia seluruhnya, telah merasa aman terhadap siapa Yang kuasa-Nya di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang dari atas ke bawah dan kanan ke kiri atau sebaliknya sehingga membinasakan kamu? [16].

"Atau apakah kamu telah merasa aman terhadap Siapa yang di langit, bahwa Dia akan mengirimkan badai batu yang menimpa kamu tanpa sedikit pun meleset? Kelak ketika ancaman itu jatuh atau di Hari kiamat nanti kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatan-Ku," [17].

Jangan duga ini sekadar ancaman tanpa bukti! Melalui ayat 18, Allah bersumpah mengingatkan bahwa sungguh sebelum kaum musyrik Mekkah itu, sekian banyak kaum yang mendustakan dan ingkar terhadap Allah swt. sehingga akibatnya Aku/Allah swt menjatuhkan siksa atas mereka. Maka camkanlah betapa hebatnya pengingkaran, yakni penolakan(Ku) atas pendustaan dan kedurhakaan mereka. Yakni hal serupa dapat terjadi pula terhadap setiap pendurhaka, termasuk kaum musyrik Mekkah itu [18].

Selanjutnya, sekali lagi ayat 19, mengisyaratkan kuasa-Nya di langit, kali ini dengan mengecam siapa pun yang lengah memperhatikan dan mengambil pelajaran. Ayat tersebut menyatakan: "Apakah mereka buta dan tidak memperhatikan burung-burung ketika terbang di atas mereka yang sering kali mengembangkan sayap-sayapnya dan sesekali mengatupkan sayap-sayapnya itu? Tidak ada yang menahan mereka di udara sehingga tidak jatuh, baik dalam keadaan mengembangkan maupun mengatupkan sayap, selain ar-Rahman, Tuhan Pelimpah rahmat bagi semua makhluk. Sesungguhnya Allah swt Maha Melihat segala sesuatu," [19].

Setelah ayat-ayat yang lalu mengecam dan mengancam sambil membuktikan kuasa Allah swt yang demikian besar, ayat-ayat berikut menampik segala kemungkinan yang boleh jadi diandalkan oleh siapa pun untuk membela mereka. Ayat 20 meremehkan mereka dengan menyatakan: "Siapakah ini yang begitu remeh yang mana dia kamu andalkan menjadi pembela dan penolong-penolong kamu saat kamu memerlukan bantuan selain daripada ar-Rahman, Tuhan Pelimpah rahmat? Sungguh tidak ada selain-Nya!! Sesungguhnya orang-orang kafir, kapan dan di mana pun, tidak lain hanyalah dalam wadah ketertipuan oleh setan sehingga mereka larut dalam kesesatan dan dugaan bahwa ada yang dapat melindungi mereka," [20].

Ayat 21 melanjutkan guna menampik adanya sumber rezeki, baik material maupun spiritual, selain Allah swt. Allah swt berfirman: "Atau siapakah ini yang memberi kamu dari saat ke saat rezeki, baik material maupun spiritual, jika Dia Pelimpah rahmat itu menahan sebab-sebab perolehan rezeki-Nya atas kamu? Pasti tidak ada selain-Nya yang dapat memberi rezeki. Keterangan dan bukti yang dipaparkan ini sebenarnya sudah sangat cukup untuk menginsafkan yang durhaka, tetapi mereka terus-menerus saja berpaling dan dalam wadah kesombongan dan kejauhan,"[21].

Keadaan para pembangkang yang menolak kebenaran Ilahi, seperti yang digambarkan oleh ayat yang lalu, dilukiskan oleh ayat 22 dengan menyatakan: Jika demikian sikap orang-orang kafir, maka apakah orang yang berjalan dalam keadaan terjungkal sehingga jatuh terjerembab, sebagaimana orang-orang kafir itu, apakah mereka itu yang lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan lebar yang lurus dan dengan demikian dia dapat membuka mata untuk memperhatikan semua arah? Tentu saja keduanya tidak sama! [22]

( rmd / rmd )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

Kirim Pertanyaan + Indeks