detikcom
Selasa, 30/08/2011 13:04 WIB

Kebersihan Adalah Setengah dari Keimanan (2)

Rikza Maulan - detikRamadan
Jakarta - Dari Abu Malik Al-Asy'ari RA, bahwa Rasulullah SAw bersabda, “Kebersihan adalah setengah dari keimanan dan (ucapan/dzikir) alhamdulillah akan memenuhi timbangan. Subhanallah dan Alhamdulillah keduanya akam memenuhi ruangan antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah burhan (petunjuk), kesabaran adalah cahaya yang terang benderang dan Al Qur'an dapat menjadi hujjah yang dapat membela atau memberatkan kita. Setiap manusia berusaha, ada di antara mereka yang dengan usahanya akan memerdekakan dirinya (dari api neraka), dan ada pula yang dengan usahanya itu merusak dirinya." (HR Muslim)

Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari hadis di atas. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kebersihan lahiriyah maupun maknawiyah erat kaitannya dengan aspek-aspek ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim. Oleh karena itulah, dalam hadis di atas kita jumpai Rasulullah SAW memotivasi kita untuk melakukan hal-hal yang dapat menjaga dan meningkatkan kebersihan lahiriyah maupun maknawiyah kita, di antaranya dengan berdzikir (mengucapkan alhamdulillah dan atau subhanallah wal hamdulillah), mengerjakan salat, memperbanyak shadaqah, mempertebal kesabaran serta memperbanyak membaca Al Qur-an. Karena apabila kita telisik lebih mendalam, hal-hal tersebut memiliki dampak positif dalam kebersihan lahiriyah maupun kebersihan maknawiyah kita, apabila dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.

2. Hendaknya kita senantiasa menjaga kebersihan lahiriyah dan maknawiyah, khususnya dengan melaksanakan anjuran-anjuran Rasululllah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas. Karena dari setiap amalan tersebut memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah:

a. Memperbanyak dzikir. Dalam hadis di atas dianjurkan memperbanyak dzikir alhamdulillah dan subhanallah wal hamdulillah. Dzikir dengan kalimat tersebut memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW, yaitu akan memenuhi timbangan (kebaikan) dan bahkan pahalanya akan memehuhi ruang antara langit dan bumi. Oleh karenanya, hendaknya kita semua menghiasi bibir dan hati kita dengan dzikrullah dalam aktivitas kita sehari-hari.

b. Mendirikan salat, yaitu istiqamah dalam menjalankan salat lima waktu dan juga salat-salat sunnah yang lainnya, seperti qiyamul lail, salat dhuha, sunnah rawatib, dsb. Salat sangat penting, dan demikian pentingnya hingga dalam Shahih Imam Muslim bahkan diriwayatkan bahwa Rasululullah SAW mengibaratkan orang yang salat 5 waktu, seperti orang yang mandi sehari lima kali, yang tentunya dengan mandi sehari lima kali seseorang akan menjadi bersih badannya. Dan demikian pentingnya salat, Rasululullah SAW mengibaratkannya dengan cahaya yang dapat menerangi kehidupannya.

c. Memperbanyak shadaqah, karena shadaqah adalah burhan atau petunjuk. Shadaqah juga merupakan salah satu sarana untuk membersihkan harta kita. Dan yang unik adalah bahwa orang yang banyak shadaqahnya, insya Allah akan semakin banyak rizkinya. Allah SWT berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah (2): 261)

d. Melatih kesabaran, khususnya dalam mendakwahkan keislaman di lingkungan yang masih jauh dari nilai-nilai ke-Islaman (baca; jahiliyah). Namun itulah tantangan kita bersama, dan kita harus bergandengan tangan untuk bersama-sama menyelamatkan umat dari kemaksiatan. Tidakkah kita bayangkan betapa tingginya nilai kebaikan kita, apabila kita mampu menyelamatkan seseorang, dari kemaksiatan, melalui da'wah yang kita lakukan? Semoga Allah menjaga kita dari itu semua.

e. Membaca Al Qur-an, karena Al Qur-an ibarat energi yang dapat menguatkan langkah dan gerak kita. Membaca Al Qur-an akan meneguhkan visi dan misi dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah Al Qur-an, karena sesungguhnya Al Qur-an itu akan memberikan syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat." (HR. Muslim). Oleh karenanya, marilah kita berusaha agar senantiasa membaca Al Qur'an setiap hari. Jangan sampai ada satu hari terlalui tanpa ada bacaan Al Qur'an dalam kehidupan kita.

3. Pada akhirnya, manusia sendirilah yang menentukan jalannya. Ada manusia yang menempuh jalan kebaikan, dengan mengerjakan amal saleh serta berusaha menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak bersih. Dan insya Allah kesemuanya itu akan 'membebaskannya' dari belenggu azab api neraka kelak, sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas.

Namun ada pula di antara manusia yang kemudian memilih jalan yang salah dan beramal dengan amal yang salah pula. Dan pada akhirnya ia justru menjerumuskan dirinya ke dalam liang kenistaan dan kehinaan. Uniknya adalah bahwa baik orang yang shaleh, maupun orang yang salah, keduanya sama-sama letih, sama-sama lelah, sama-sama bermujahadah (bekerja).

Namun yang satu bermujahadah di jalan yang benar dan yang satu lagi bermujahadah di jalan yang salah. Tempat kembali mereka berdua pun juga akan berbeda, yang beramal shaleh akan masuk ke dalam surga. Sedangkan orang yang salah akan masuk ke dalam neraka (na'udzu billah min dzalik). Namun kedua pilihan tersebut ada di tangan manusia, dan manusia sendirilah yang diminta untuk menentukan jalannya. Wallahu a'lam bis shawab.

*) Rikza Maulan Lc M Ag adalah Sekretaris Dewan Pengawas Syariah – PT Asuransi Takaful Keluarga.

( gst / vit )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    berita
    terbaru
    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close