detikcom
Rabu, 03/08/2011 15:50 WIB

Qur'an and Answer

Larangan Bagi Wanita Sedang Haid

Alif Magz - detikRamadan
Halaman 1 dari 2
Tanya:
Assalamualaikum ustad,Bolehkah wanita haid membaca Al-Qur'an, dan Apa saja yang menjadi larangan bagi wanita haid? Terimakasih atas jawabannya.

(Rosita)

Jawab:
Dalam buku al-Fiqh 'Ala al-Madzahib al-Arba'ah [Fiqih Menurut Keempat Mazhab] dikemukakan: "Yang haram bagi seorang yang sedang dalam keadaan junub [termasuk menstruasi] untuk dia kerjakan adalah amalan-amalan keagamaan yang bersyarat dengan adanya wudhu, seperti salat sunnah atau wajib."

Semua kita tahu bahwa tidak disyaratkan adanya wudhu untuk memotong rambut atau menggunting kuku. Dan atas dasar penjelasan di atas, kita dapat berkata bahwa tidak ada larangan [dalam arti haram] untuk membuang rambut yang rontok dan memotong kuku, seperti yang Anda tanyakan itu.

Boleh jadi pandangan ini timbul dari adanya kewajiban untuk memandikan seluruh anggota tubuh. Rambut yang rontok atau kuku yang dipotong dan terbuang, maka ia tidak termandikan lagi, dan karena itu mereka melarangnya. Saya pun --seperti Anda-- tidak menemukan alasan keagamaan untuk pandangan ini, baik dari al- Qur’an maupun hadits Nabi Saw. Boleh jadi yang melarangnya menduga bahwa badan manusia menjadi najis saat dia dalam keadaan junub.

Dugaan ini keliru. Nabi Saw tidak mewajibkan bagi yang junub termasuk yang sedang datang bulan [menstruasi] untuk bersegera mandi. Ia baru harus mandi saat akan shalat, atau membaca al-Qur’an. Bahkan sebuah riwayat menyatakan bahwa Nabi Saw pernah berdiri untuk shalat berjamaah, tiba-tiba beliau teringat bahwa beliau belum mandi dan segera pergi mandi kemudian melaksanakan salat.

Demikian diriwayatkan oleh keenam perawi hadits utama [kecuali at-Tirmidz] melalui sahabat Nabi, Ab Hurairah. Boleh jadi juga pandangan tersebut lahir dari interpretasi hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud melalui 'Ali bin Abi Thalib yang menyatakan, "Barang siapa yang mengabaikan satu bagian dari tempat tumbuhnya rambut saat mandi junub sehingga tidak terkena air, maka Allah akan memperlakukannya begini dan begini di neraka.”Riwayat ini di samping memiliki kelemahan dalam sanadnya juga tidak berbicara tentang rambut yang dipotong atau bahkan "tempat tumbuhnya rambut".Next

Halaman 1 2


( gst / vit )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

Kirim Pertanyaan + Indeks