detikcom
Senin, 01/08/2011 11:55 WIB

Surah 'at-Takwir (2)

Alif Magz - detikRamadan
Jakarta - Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 1-6)

Akhir surah yang lalu ('Abasa) ditutup dengan ancaman kepada kaum kafir dan pendurhaka tentang akan datangnya Kiamat dan siksa Allah. Surah ini dimulai dengan uraian tentang Kiamat itu dan memberi gambaran yang demikian jelas tentang kejadiannya. Ayat-ayat di atas menyebut enam hal luar biasa yang berbeda dengan apa yang selama ini dikenal dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
1.Matahari digulung dengan sangat mudah.
2.Bintang-bintang berjatuhan dengan sendirinya atau pudar cahayanya.
3.Gunung-gunung digerakkan dari tempatnya.
4.Unta-unta yang mengandung di bulannya yang kesepuluh, yakni harta yang paling disukai, ditinggalkan.
5.Binatang-binatang buas dan liar dikumpulkan.
6.Samudera dipanaskan, atau dimunculkan panasnya, sehingga menjadi lautan api.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 1-6

Menjelang terjadinya Kiamat, Allah membatalkan sistem yang selama ini dijadikan-Nya pengatur tata kerja alam raya. Hukum-hukum yang mengaturnya tidak berfungsi sehingga bintang-bintang berjatuhan/bertabrakan dan pudar cahayanya. Matahari boleh jadi tidak lagi memberi kehangatan dan semua makhluk di bumi kedinginan dan membeku, atau justru sebaliknya memancarkan panas yang sangat terik sehingga menjadikan semua unsure yang membentuk matahari menjadi gas-gas yang menyala.

Manusia sibuk menyelamatkan diri sehingga tidak memedulikan selain keselamatannya. Bahkan binatang buas pun ketakutan, sehingga menjadi tidak buas atau tidak lagi saling mengancam sebagaimana yang terjadi selama ini. Mereka berkumpul di satu tempat—setelah keluar dari hutan/sarang-sarangnya. Oksigen dan Hidrogen yang merupakan unsur-unsur kejadian air (samudra) boleh jadi dipisahkan sehingga melahirkan ledakan-ledakan dahsyat.

Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 7-14)

Ayat-ayat yang lalu melukiskan enam hal yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang Hari Kiamat. Ayat-ayat 7 sampai 14 menjelaskan juga enam peristiwa yang terjadi pada saat kebangkitan, yaitu:

1.Jiwa-jiwa dipertemukan kembali dengan jasadnya yang tadinya telah terkubur atau bergabungnya jiwa dengan sesamanya. Yang durhaka dengan yang durhaka, demikian juga sebaliknya.
2.Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanyai mengapa mereka diperlakukan demikian. Ini untuk mengecam pelaku-pelaku kejam itu.
3.Lembaran-lembaran amal perbuatan manusia yang dicatat oleh malaikat dibuka lalu dibaca oleh masing-masing pemiliknya.
4.Langit dicabut dari tempatnya bagaikan menguliti kulit binatang.
5.Neraka Jahim dikobarkan lalu didekatkan kepada para pendurhaka.
6.Surga dihiasi lalu didekatkan menyambut para yang taat.

Apabila hal-hal yang disebut tadi terjadi, maka menurut ayat 14 setiap orang akan mengetahui dengan sangat jelas sehingga yakin serta menyadari apa yang telah dia kerjakan dalam kehidupan dunia ini.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 7-14

1.Alam raya akan punah, kehidupan dunia/di planet bumi tidak akan kekal. Karena itu sementara ilmuwan berkata bahwa setiap detik berlalu, berkurang pula berat matahari. Alam raya menurut ilmuwan terus melakukan ekspansi tapi suatu ketika jika tiba waktunya dia mengerucut dan mengerucut hingga punah.
2.Di Hari Kemudian manusia akan bangkit dengan jasad walau bukan lagi dengan jasad yang digunakannya di dunia.
3.Pada masa Jahiliyah sebagian suku membunuh anak-anak perempuan mereka karena takut tak mampu membiayai hidupnya atau karena khawatir dipermalukan bila anak-anaknya ditawan oleh musuh. Kecaman dan ancaman al-Qur’an terhadap pelakunya merupakan salah satu yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang Islam terhadap perempuan dan larangannya melakukan kekerasan terhadap mereka.
4.Membunuh anak/aborsi baik perempuan maupun lelaki—setelah kelahiran atau masih janin—baik karena takut miskin atau menutup malu adalah dosa besar. Tidak diperkenankan melakukannya kecuali dalam keadaan darurat guna memelihara kelanjutan hidup ibu, dan/atau menurut sementara ulama dewasa ini akibat perkosaan.
5.Dalam kehidupan dunia ini, malaikat mencatat amal-amal perbuatan manusia, yang baik dan yang buruk, bahkan niatnya (yang baik) dan di Hari Kemudian setiap orang membaca catatan itu dan tak dapat mengingkarinya.


(Tafsir Al Misbah ini merupakan kerja sama detikcom dengan www.alifmagz.com)

( gst / vit )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    berita
    terbaru
    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close