detikcom
Kamis, 02/09/2010 17:44 WIB

Hukuman Bagi Orang yang Berzina

Alifmagz - detikRamadan
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Tanya:
Assalamualaikum wr wb. Saya ingin bertanya tentang pertanyaan yang sangat-sangat mengganjal dihati saya, mohon jawabannya. Apakah orang yang pernah berzina harus mendapat hukuman di dunia dulu (dirajam) baru mendapat ampunan dari Allah? Di masa sekarang bagaimana bentuk hukumannya? Siapa yang dapat menghukumnya? Apakah ada tanda bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa pezina itu?

(Sasha, smilewoman@rocketmail.com)

Jawab:
Zina atau hubungan seksual tanpa akad nikah yang sah diharamkan oleh Islam. Akan
tetapi, walau demikian, tidak serta merta setiap orang yang berzina atau bahkan
ditemukan berzina, otomatis didera (cambuk), karena ada syarat-syarat yang harus
terpenuhi untuk menjatuhkan hukuman tersebut, antara lain adanya empat orang
saksi yang melihat secara nyata “masuknya pedang ke sarungnya”.

Kalau hanya tiga orang yang melihat yang demikian, atau keempatnya hanya melihat sepasang pria dan wanita di tempat tidur tanpa busana misalnya, maka hukuman dera itu pun belum dijatuhkan.

Saya menduga keras bahwa hukum dera yang ditetapkan Allah itu lebih bersifat
ancaman, apalagi ada anjuran agama untuk melarang orang-orang Mukmin mendekati
tempat-tempat yang tidak wajar, yang di tempat itu perzinaan serta pelanggaran-pelanggaran agama dapat terjadi.

Karena itu tidak keliru bila dikatakan bahwa hukuman tersebut hanya ditujukan kepada orang-orang yang melakukan perzinaan dengan sikap “menantang dan tanpa malu”. Yang berwewenang menjatuhi hukuman pun hendaknya mempelajari keadaan tersangka atau tertuduh. Kalau dinilai bahwa yang bersangkutan tergelincir maka selayaknya dia dibebaskan dari hukuman. Demikian pendapat Ibnu Taimiyah.

Ulama besar Ibnu Hazm juga berpendapat bahwa taubat mengakibatkan tidak dilaksanakannya ancaman hukuman. Sementara itu, Muhammad al-Ghazali, dalam bukunya Hadza Dinuna (Inilah Agama Kita, 1965: 188), mengemukakan juga riwayat yang menyatakan bahwa Imam Syafi'i dalam pendapat lamanya juga berpendapat demikian. Next

Halaman 1 2


( gst / ayu )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

berita
terbaru
Kirim Pertanyaan + Indeks