detikcom
Selasa, 10/08/2010 17:28 WIB

Hukum Terlambat Shalat Subuh

Alifmagz - detikRamadan
Jakarta - Tanya:
Suami saya terkadang pulang setelah larut malam karena pekerjaannya. Saya bingung, apakah saya harus membangunkannnya untuk shalat subuh atau saya diamkan saja sampai dia terbangun. Terima kasih atas petunjuk Ustad.

(Mahmudah, Balikpapan)

Jawab:
Pada dasarnya, kewajiban seseorang gugur antara lain bila dia dalam keadaan tidur, lupa, atau terpaksa. Oleh karena itu, jika pekerjaan yang dilakukan suami Anda merupakan pekerjaan yang halal dan Anda khawatir bila dibangunkan, dia akan terganggu.

Demi kemudahan yang diberikan agama, Anda tidak wajib membangunkannya. Allah tidak menjadikan sedikit kesulitan pun bagi kamu dalam beragama (QS. al Hajj (22): 78). Akan tetapi, sekali lagi, ini jika Anda khawatir dan itu hanya terkadang, seperti bunyi pertanyaan Anda.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa seorang wanita datang mengadukan suaminya —yang bernama Shafwan -- antara lain karena dia tidak shalat subuh, kecuali setelah matahari terbit. Ketika ditanya, Shafwan menjawab bahwa dia mengalami kesulitan bangun pagi. Nabi saw bersabda: "Shalat subuhlah segera setelah engkau bangun." Demikian, wallahu a’lam.

(M Quraish Shihab)

(Qur'an and Answer ini merupakan kerjasama dengan www.alifmagz.com)



( gst / nvt )



Twitter Recommendation
Redaksi: ramdhan[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com

berita
terbaru
Kirim Pertanyaan + Indeks