detikcom
Senin, 22/09/2008 11:30 WIB

Kemilau Masjid Kubah Emas Depok

Muhammad Ihsan Abdullah - detikRamadan
Jakarta - Sejak 2 tahun terakhir, kawasan Limo, Depok menjadi tempat wisata religi baru. Setiap hari, terutama akhir pekan, turis muslim berduyun-duyun datang kemari. Mereka ingin melihat Masjid Dian Al-Mahri atau lebih beken disebut Masjid Kubah Emas.

Masjid ini, persisnya terletak di tepi jalan antara Cinere menuju Sawangan yang masuk dalam wilayah Kota Depok. Jalan ini sebetulnya bukan jalan utama. Aksesnya hanya cukup untuk dua mobil yang berpapasan, tidak dipersiapkan untuk arus lalu lintas yang padat. Tak heran, sejak masjid dibuka tahun 2006, serentak jalanan Cinere-sawangan kerap macet.

Masjid Dian Al-Mahri sendiri dibangun oleh keluarga Dian Djurian Maimum Al-Rasyid. Ia pengusaha asal Banten yang lama bermukim di Arab Saudi. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1999 dan dibuka untuk umum pada tahun 2006. Luasnya 50 hektar, dengan bangunan utama masjid berukuran 60x120 meter atau 8000 meter persegi.Demikian besarnya, Masjid Dian Al-Mahri sanggup menampung 20.000 orang sekaligus.

Adalah kubah masjid yang menjadikan Masjid Dian Al-Mahri magnit bagi banyak umat Muslim di Indonesia. Kubahnya terbuat dari emas murni 24 karat. Di seluruh dunia ini, tak banyak masjid yang seperti ini. Hanya ada 8 buah, dan Masjid Dian Al-Mahri terbilang yang paling baru di antara 8 Masjid Kubah Emas.

Totalnya, Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah yang melambangkan jumlah rukun Islam. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2-3 mm dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Selain itu, interior dalamnya pun ekstra mewah. Ada lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Porselen dan beberapa ornamennya khusus diimpor dari Italia. Langit-langit kubah juga dilapisi lukisan yang bisa menyesuaikan dengan kondisi fisik pada waktu sholat. Biru langit jika siang dan gelap berbintang jika malam hari.

Setiap akhir pekan, ribuan orang mengunjungi Masjid Dian Al-Mahri. Bus-bus wisata ukuran besar biasa memenuhi jalanan.

Ada peraturan yang harus dipatuhi selama berkunjung ke Masjid Kubah Mas, antara lain memakai pakaian yang sopan serta ditutupin dengan auratnya. Khusus perempuan dilarang mengambil gambar di dalam masjid, dilarang membawa anak kecil di bawah umur 7 tahun dan dilarang menginjak rumput yang ada di sekitar lingkungan masjid.

( tbs / tbs )


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: ramdhan[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com

    Kirim Pertanyaan + Indeks
    MustRead close