Rabu, 03/09/2008 14:30 WIB

Segudang Aktivitas Ponpes Al-Muayyad di Bulan Ramadan

Muchus Budi R. - detikRamadan
Segudang Aktivitas Ponpes Al-Muayyad di Bulan Ramadan
(foto: Muchus BR/detikcom)
Solo - Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad berlokasi di perbatasan Solo dengan Sukoharjo. Dari lahan yang 'terselip' di antara pemukiman penduduk serta kondisi sebagian besar bagunannya sudah memprihatinkan, banyak ide besar singgah dan terlahir dari pesantren tersebut.

Setiap bulan Ramadan, kegiatan di pesantren Al-Muayyad Windan semakin ramai. Pada tahun-tahun sebelumnya Al-Muayyad Windan pernah mengumpulkan para penyandang cacat untuk mengikuti kajian keagamaan bertema Fikih untuk Difabel. Dalam acara itu berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi kaum penyandang cacat dalam melaksanakan ibadah dipecahkan berdasar tinjauan fikih.

Pada bulan Ramadan beberapa tahun lalu, pesantren ini juga pernah mengumpulkan dan 'memondokkan' puluhan anak jalanan agar juga mendapatkan sapaan di bulan mulia.

"Ramadan tahun ini para santri akan membuka pesantren kilat khusus anak-anak usia SD dan SMP yang mengalami kesulitan belajar. Pertengahan puasa nanti, tepatnya malam Nuzulul Qur'an, para seniman juga akan berkumpul di sini. Mereka akan mengekspresikan persembahannya kepada Tuhan melalui cara yang paling dia akrabinya yaitu media seni," ujar Dia Nafi' pengasuh Ponpes Al-Muayyad.

Al-Muayyad Windan juga membuka sebuah RA/TK dengan biaya yang jauh lebih miring dibanding TK lainnya. SPP yang dikenakan bagi murid juga bervariasi, tergantung kemampuan orangtuanya. Namun jangan sepelekan mutunya, di balik kesederhanaannya TK Al-Muayyad Windan ini terakreditasi A.

Gudang Ide

Pesantren di kampung Windan, Makamhaji, Kartosuro, tersebut sebenarnya hanyalah satu dari lima cabang pesantren di bawah Yayasan Al-Muayyad yang berpusat di Mangkuyudan, Solo. Karena berada di Windan, orang Solo dan sekitarnya biasanya menyebutnya menjadi Al-Muayyad Windan, seperti halnya ketika menyebut Al-Muayyad Mangkuyudan ketika menyebut induknya.

Umur Al-Muayyad Windan dapat dibilang masih cukup muda, bahkan dibanding cabang-cabag Al-Muayyad lainnya. Pesantren induk Al-Muayyad di Mangkuyudan sendiri telah berdiri sejak tahun 1930, sedangkan Al-Muayyad Windan baru didirikan pada tahun 1996 memanfaatkan sebuah bangunan bekas asrama mahasiswa yang berdiri di atas tanah seluas 2.050 meter persegi.

Sejak berdiri pengasuhannya dipercayakan kepada HM Dian Nafi', salah seorang aktifis dan pemikir muda yang kebetulan juga keponakan salah seorang pendiri Al-Muayyad. Di bawah Dian Nafi', Selama 12 tahun ini Al-Muayyad Windan berkembang menjadi lembaga yang diperhitungkan di ranah pengembangan ide dan wacana di Solo dan sekitarnya.

Ketika kerusuhan besar melanda Solo dan sekitarnya seiring reformasi politik, pesantren ini seolah menjadi tempat singgah seluruh kalangan tanpa pandang perbedaan. Di pesantren ini pula lalu didirikan Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) yang beranggotakan para tokoh lintas agama, etnis dan golongan.

Pilihan Al-Muayyad Windan tidak berpihak pada kekuatan politik manapun, semakin menguatkan posisinya. Banyak kalangan berkepentingan datang ke pesantren ini untuk sekedar mempresentasikan pemikirannya, sehingga posisi Al-Muayyad Windan menjadi penting dalam pengembangan ide dan wacana di Solo seiring melemahnya kelompok-kelompok diskusi dalam satu dekade terakhir.

Banyak tokoh dari bermacam partai, ormas, keyakinan baik dari dalam maupun luar negri datang dengan leluasa ke pesantren tersebut. Bahkan tak jarang umat dari agama lain menyempatkan diri menginap di pesantren ini untuk alasan ingin lebih dekat mempelajari Islam dari kehidupan keseharian para santri.

Pengaruh tokoh sentral di pesantren tersebut juga tak bisa dipungkiri. Dian Nafi’ yang kini 'baru' berusia 44 tahun adalah sosok pemikir dan aktivis muda harapan NU di masa depan. Selain pendidikan pesantren yang telah ditekuninya sejak belia, master ilmu pendidikan sejarah UNJ ini telah kenyang dengan berbagai pengalaman di dalam maupun luar negeri.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Rekonsiliasi dan Perdamaian (YPRP) yang berkedudukan di Jakarta ini pernah aktif memberikan pendampingan mediasi di Ambon, Sulawesi, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Madura, dan Papua. Dua buku telah diterbitkan dari hasil kerja mediasi tersebut.

Pengalaman luar negerinya juga cukup menunjukkan 'kelasnya'. Di antaranya Emergency Management Training di Africa University Zimbabwe, Education in Religion for Community Consultation EEF di Cyprus, Asia Africa People Forum di Sri Lanka, Indonesia Pesantren Program oleh ITD di Massachusetts, USA, Art and Spirituality di Singapura, Summer Peacebuilding Institute di Eastern Mennonite University (EMU) di Harrisonburg, Virginia.

Di tengah berbagai kesibukannya, dia masih menyempatkan diri mengajar di UNU Surakarta. Kumpulan tulisannya di berbagai media massa telah diterbitkan dalam buku berjudul 'Menimba Kearifan Masyarakat'. Dia juga menjadi ketua tim penulis buku 'Praksis Pembelajaran Pesantren' bersama sejumlah pemikir NU generasi muda. Dia juga menulis buku fikih untuk remaja berjudul '30 Hari Bersama Ramadan'.

Peran cukup penting yang telah dicapai Al-Muayyad Windan, tak membuatnya abai terhadap lingkungannya. Para santri senior dikirim ke sejumlah masjid, kelompok pengajian dan perumahan untuk memberikan pendampingan, terutama yang berada di sekitar pesantren. Kajian-kajian tematik yang dilakukan secara periodik di dalam pesantren juga terbuka diikuti siapapun, termasuk warga.

"Arti Al-Muayyad adalah yang didukung. Kami ingin pesantren ini menjadi bagian dari dinamika perkembangan masyarakat, bukan yang tumbuh secara elitis. Pesantren mahasiswa yang di Windan ini sejak awal juga disiapkan untuk mencetak kader-kader pelaksana harian perintah ulama. Dengan demikian maka santrinya harus mampu berbaur dengan masyarakat luas sebagai pesantren pengembangan masyarakat," ujar Dian Nafi'. ( mbr / djo )

Buruan BBM-an dengan BlackBerry® Curve™ 8520, kini hanya RP. 1.990.000,-



Share


Baca juga:


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi bagian periklanan,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Berita Lain

Indeks Berita