Jumat, 29/08/2008 15:29 WIB

Depag Umumkan 31 Agustus 2008

Kapan Mulai Berpuasa?

Teguh Budi Santoso - detikRamadan
Kapan Mulai Berpuasa?
Jakarta - Sebagian Anda yang berniat melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1429 H mungkin masih bertanya-tanya, kapan persisnya memulai berpuasa? Sebab, menengok pengalaman tahun yang lalu-lalu, terutama setelah Orba (yang biasa memonopoli kebijakan) tumbang, massa antara 2 ormas, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kerap kali berbeda dalam penentuan permulaan Ramadan.

Jika tanda tanya itu yang masih menggantung di kepala Anda, silakan menunggu sampai 31 Agustus 2008 nanti. Pada saat itulah, Departemen Agama baru akan menetapkan awal puasa 1429 H/2008 M secara resmi. Penetapan ini menunggu Sidang Isbath yang akan dihadiri para paka falak dan ormas-ormas Islam se-Indonesia.

NU sendiri selaku ormas dengan pengikut paling banyak dari jauh hari sudah menyatakan mereka akan menunggu dulu penetapan Ramadan oleh Depag. Baru setelah itu, NU akan mengumumkan sendiri awal puasa bagi warganya. NU memiliki tim sendiri yang berbeda dengan Tim Depag. Tim tersebut di bawah koordinasi Ketua Lajnah Falakiyah PBNU.

Ini berbeda dengan Muhammadiyah. Dari awal, ormas yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu lebih tegas. Dalam Maklumat bernomor: o4/MLM/I.O/E/2008 tertanggal 26 Juli 2008, PP Muhammadiyah menetapkan 1 September 2008 sebagai permulaaan bulan Ramadan 1429 H. Adapun Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober 2008.

Jadi untuk jelasnya, bagi Anda yang menjadi warga Muhammadiya, jadwal memulai berpuasa sudah tersedia. Sedangkan bagi warga NU dan ormas lainnya silakan tunggu hingga 31 Agustus 2008. Mudah-mudahan saja jadwal yang muncul tak berbeda. Namun jikapun jadwal berbeda, tetap bukan masalah. Toh, bertahun-tahun, muslim Indonesia sudah dewasa dalam menyikapi perbedaan jadwal. ( tbs / tbs )

Buruan BBM-an dengan BlackBerry® Curve™ 8520, kini hanya RP. 1.990.000,-



Share

Baca juga:


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi bagian periklanan,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Berita Lain

Indeks Berita